Informasi
Bukit Holbung
Samosir, Sumatera Utara
Informasi
TWA Lau Debuk-debuk
Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo
Sibolangit, 25 Agustus 2025. Masih belum lepas dalam ingatan kita tentunya pada tanggal 9 Mei 2025 yang lalu, Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium) mekar sempurna di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Selang 3 bulan kemudian, tepatnya Senin (25/8) untuk kedua kalinya sepanjang tahun 2025, bunga yang juga dikenal dengan nama Titan Arum, Kibut, Acung, dan Suweg, kembali mekar sempurna di TWA. Sibolangit. Tingginya mencapai 110 cm.
Bunga yang mengeluarkan aroma bau busuk seperti bangkai ini sudah menunjukkan tanda-tanda akan mekar pada Jumat (22/8), sampai kemudian mencapai mekar sempurna dengan menunjukkan keindahan pesonanya, seperti yang terlihat pada foto di atas.
Kawasan TWA Sibolangit yang terletak di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, menjadi rumah dan habitat yang nyaman bagi tumbuh dan berkembang biaknya salah satu bunga raksasa ini. Beberapa tahun belakangan ini bunga ini kerap kali tumbuh. Faktor kesuburan tanah serta iklim mendorongnya untuk produktif tumbuh, sehingga bunga langka ini menjadi maskot (identitas) flora TWA Sibolangit, selain burung Rangkong jenis Julang Emas sebagai maskot satwa/faunanya.
Bunga Bangkai merupakan bunga majemuk bukan bunga tunggal, memiliki struktur bunga terdiri dari spadix (tongkol) dan dikelilingi oleh spathe (kelopak besar). Mengeluarkan aroma busuk saat mekar dengan maksud untuk menarik perhatian serangga penyerbuk.
Bunga ini termasuk jenis yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/ 12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Selain itu menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) bunga ini termasuk dalam red list (https://id.wikipedia.org) Oleh karena itu, perlu upaya penyelamatan dan pelestarian tanaman langka ini baik in-situ maupun ex-situ, agar tetap lestari.
Sumber : Suparman, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara