Patroli Pengamanan Hutan di CA Dolok Sipirok: Tim Temukan Sarang Orangutan

Luat Lombang, 18 Juli 2025. Cagar Alam (CA) Dolok Sipirok kembali menunjukkan betapa pentingnya peran kawasan konservasi sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati. Dalam patroli gabungan yang dilaksanakan pada 9–12 Juli 2025, Tim dari Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) menemukan bukti keberadaan satwa langka melalui temuan sarang orangutan tipe A, B, dan C. Temuan ini menjadi alarm pengingat bahwa Dolok Sipirok bukan sekadar kawasan hutan, tapi rumah bagi spesies ikonik yang terancam punah.

Patroli yang dilakukan di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, melibatkan enam personel dari Kantor Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Resor CA Dolok Sipirok dan 2 (dua) anggota Mayarakat Mitra Polhut. Tim bergerak dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Luat Lombang. Setelah itu Tim kemudian menyusuri titik-titik strategis di dalam wilayah CA Dolok Sipirok.

Selama patroli, tim mendokumentasikan berbagai potensi alam, mulai dari keberadaan tugu batas antara Cagar Alam dan Hutan Produksi, hingga berbagai jenis vegetasi yang belum teridentifikasi, yang kemungkinan merupakan tumbuhan endemik. Namun yang paling menggembirakan adalah penemuan sarang orangutan di beberapa titik. Ditemukannya sarang orangutan menunjukkan bahwa kawasan ini masih menjadi rumah bagi spesies kunci ini.

Meskipun sempat ada dugaan pembukaan lahan, tetapi berdasarkan hasil patroli Tim tidak menemukan aktivitas tanpa ijin di dalam kawasan CA Dolok Sipirok. Hal ini menjadi kabar baik, sekaligus pengingat bahwa kawasan tersebut harus terus diawasi dan dilindungi.

CA Dolok Sipirok adalah satu kawasan konservasi di Tapanuli Selatan yang menjadi habitat alami bagi orangutan dan beragam flora-fauna endemik. Dalam konteks perubahan iklim global, kerusakan hutan dan kepunahan spesies yang semakin cepat, kawasan ini memegang peranan vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Orangutan sebagai spesies kunci (keystone species) memiliki fungsi penting dalam menjaga regenerasi hutan melalui penyebaran biji dari buah yang mereka konsumsi. Kehadiran mereka menandakan ekosistem hutan yang sehat. Maka, menjaga mereka berarti menjaga seluruh sistem kehidupan yang ada di dalam hutan tersebut.

Kegiatan patroli ini juga menunjukkan keberhasilan pendekatan kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat lokal. Keterlibatan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) menjadi kekuatan utama dalam menjaga kawasan konservasi tetap aman dan terawasi.

Patroli diakhiri dengan sesi evaluasi dan diskusi tindak lanjut. Tim sepakat bahwa perlindungan kawasan CA Dolok Sipirok harus ditingkatkan melalui patroli rutin, edukasi masyarakat, dan pemetaan potensi keanekaragaman hayati secara berkala.

Tim pelaksana kegiatan patroli

Sumber: Resor CA Dolok Sipirok-Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara