Resor SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut I Monitoring Secara Berkala Usaha Peternakan Domba KTH Gading Hijau

Penimbangan berat badan ternak domba didampingi petugas resor

 

Karang Gading, 20 Februari 2026 – Resor Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut I secara rutin melaksanakan monitoring terhadap bantuan usaha ekonomi produktif yang diberikan kepada kelompok tani hutan (KTH) di sekitar kawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, serta mendukung penguatan ekonomi masyarakat penyangga kawasan konservasi. 

Salah satu kegiatan monitoring dilaksanakan pada Selasa,17 Februari 2026, terhadap bantuan usaha peternakan domba yang dikelola oleh KTH Gading Hijau. Monitoring dilakukan untuk memantau pertambahan bobot badan serta kondisi kesehatan ternak yang menjadi bagian dari pengembangan usaha ekonomi produktif masyarakat sekitar kawasan.

Ternak domba yang dikelola oleh KTH Gading Hijau

 

Berdasarkan hasil monitoring, ternak domba yang dikelola oleh KTH Gading Hijau berjumlah 26 ekor, seluruhnya berjenis kelamin betina. Hasil penimbangan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata berat badan ternak. Pada penimbangan pertama di bulan Januari 2026, rata-rata berat badan domba tercatat 14,74 kilogram, sedangkan pada penimbangan kedua di bulan Februari 2026 meningkat menjadi 15,01 kilogram. Capaian ini mencerminkan pengelolaan pakan dan pemeliharaan ternak yang semakin baik.

Dari sisi kesehatan, meskipun pada awal pemeliharaan ditemukan dua ekor domba yang sempat mengalami ganguan kesehatan, kondisi tersebut dapat ditangani dengan cepat. Saat ini, satu ekor domba telah pulih sepenuhnya, sementara satu ekor lainnya masih dalam tahap pemulihan dan terus mendapatkan perawatan intensif. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian dan respon cepat dari KTH Gading Hijau.  

Kepala Resor SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut I, Esra Barus, S. Hut menjelaskan bahwa kegiatan monitoring merupakan bagian penting dari pengawasan sekaligus pendampingan terhadap investasi usaha ekonomi yang dijalankan oleh kelompok tani.

“Monitoring investasi bisnis dilakukan oleh staf resor untuk mengetahui perkembangan usaha yang dijalankan oleh kelompok tani serta memberikan masukan terhadap kekurangan dalam pelaksanaannya”, ujar Esra.

Melalui pendampingan dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan pengelolaan usaha ekonomi masyarakat sekitar kawasan dapat berjalan lebih baik dan berkesinambungan. Dengan demikian, bantuan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi dalam mengurangi tekanan terhadap kawasan konservasi.  

 

Sumber: Resor SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut I, Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe – Balai Besar KSDA Sumatera Utara